Menghormati Wanita
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 2 kali dibaca
Wanita yang patut untuk dihormati pertama adalah Ibu, hal ini dikarenakan doanya 40x dari wali, perjuangannya untuk melahirkan (Indosiar dini hari ini).
Wanita atau pria yang tidak menghormati Ibunya misalnya dengan mencela bukanlah patut untuk dihindari, namun di tegur dan lihat terlebih dahulu bagaimana perjuangan orang ini untuk taat terhadap perintah Ibu hingga harus menjerit hatinya. Hal ini termaktub dalam hadist dimana ada seorang yang menaati Orang tuanya walaupun bertentangan dengan kata hatinya.
Wanita yang patut dihormati berikutnya adalah apa yang ada di sekitar.
Penghormatan terhadap wanita adalah dengan menjaga tangan sehingga tidak main peluk saat bertemu, menjaga tubuhnya sehingga tidaksembarangan melakukan cepaka cepiki dan atau lebih dari itu, tidak menggoda baik secara langsung ataupun di dunia maya, mengacuhkan pada saat diajak berkomunikasi atau berbicara, mengundang, tidak mengirimkan sms/apapun yang bahasanya kurang ajar sekalipun bermaksud bercanda, tidak membentak, memuji sekalipun dibuatkan makanan dan minuman atau di sajikan pakaian atau melakukan apapun (ini biasanya terjadi pada saat berumah tangga, banyak yang ribut hanya karena wanita tidak dihormati dengan tidak dihargai atas apa yang dilakukan kepada suaminya dengan mencela, membentak, memarahi).
Merenunglah, apa yang kita lakukan akan menjadi boomerang/kembali ke kita. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang menghormati wanita, amin.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.