Lompat ke Konten Utama

Mengenali dan mengatasi kekeliruan dalam pengasuhan paling jamak

Ilustrasi artikel: Mengenali dan mengatasi kekeliruan dalam pengasuhan paling jamak tentang Opini
Ilustrasi artikel: Mengenali dan mengatasi kekeliruan dalam pengasuhan paling jamak tentang Opini
Penulis
tyaseta
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
2 menit baca
Jumlah pembaca
10 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: Opini

Disadari atau dalam alam bawah sadarnya, banyak orang tua yang keliru dalam mengasuh anandanya. COntoh : Terlalu memanjakan Selalu melarang Cepat memberi bantuan Cepat memaafkan AAtau tidak sesuai tindakan dengan ucapan Psikolog anak yang bernama Nadya pramudita mengatakan kekeliruan di atas sering kali terjadi akibat ayah dan ibu yang kurang konsisten dalam bersikap. Misal, setelah melarang tapi beberapa hari kemudian memperbolehkan. Ini mengambat perkembangan anak. Keliru ini sering dilakukan orang tua yakni berteriak dengan intonasi marah saat mendisiplinkan. Ini berakibat pada psikologisnya, anak akan kurang respek/responsif/segen kepada ayah/ibunya. Bukan hanya itu saja, penerapan disiplin hanya pada waktu tertentu, terkadang marah kurang berkorelasi dengan perilaku anak yang kurang berkenan. Ini dilakukan dengan banyak alasan, sayangnya, banyak yang kurang mengetahui akibat pada perkembangan dalam jangka panjang, kekeliruan ini terjadi secara spontan dan kurang disadari. Orang tua biasanya meniru kesalahan orang tua sebelumnya, ada kemungkinan mereka jadi melakukan yang sebaliknya karena kurang menginginkan anaknya mendapatkan perlakuan yang sama seperti dirinya sewaktu kecil. Kekeliruan ini bisa saat respon orang tua terhadap tangisan bayi, contohnya orang tua bisa saja panik mendengar tangisan, tiada henti mencoba beragam cara untuk menenangkannya, atau malah akan dengan tenang mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh anaknya. Hal ini akan membuat anak menjadi pemaksa. Lalu mesti gimana? Menyadari Evaluasi Mengubah pola asuh Sesuaikan dengan kebutuhan perkembangan Sumber : Parenting halaman 6 Suplemen Republika, Selasa, 15 April 2014

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik psikologi.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.