Kualitas tidur buruk picu perilaku Bunuh Diri
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 3 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Tidur buruk
“Orang dewasa berusia lanjut menderita karena kualitas tidur yang buruk lebih mungkin untuk menginggal karena bunuh diri dibandingkan dengan orang dewasa yang istirahat dengan baik”, jurnal AS JAMAS Psychiatry.
Orang dewasa lebih tinggi risikonya disbanding dengan kelompok usia lain, maka pencegahan bunuh diri kepada penduduk berusia lanjut menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang mendesak untuk ditangani.
Bernert dan rekan menggunakan data dari studi epidemiologi dari 14.456 orang dewasa berusia 65 tahun dan lebih tua dengan membandingkan kualitas tidur 20 orang dewasa yang meninggal bunuh diri dengan pola tidur 400 orang yang sama selama 10 tahun. Dari data, didapati bahwa para peserta yang melaporkan tidur buruk memiliki kemungkinan 1,4x lebih besar meninggal bunuh diri dibanding yang tidur dengan baik.
Para peniliti terkejut saat mendapati kualitas tidur yang buruk meramalkan risiko bunuh diri dubandingkan gejala depresi ketika membandingkan 2 faktor tidur yakni faktor sulit tidur dan factor tidur tanpa pemulihan.
Sumber :
Medika halaman 20, Kualitas Tidur Dorong Perilaku Bunuh Diri, Republika hari ini.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.