Setiap Agustus datang, kemerdekaan dirayakan ramai-ramai. Umbul-umbul dipasang, lomba tujuh belasan digelar, status media sosial berganti merah putih — semua serentak, semua seragam. Tapi di tengah keramaian itu, ada pertanyaan yang layak direnungkan bersama: merdeka yang mana yang sebenarnya sedang kita rayakan?
Bagi kami, kemerdekaan tidak pernah sesederhana bebas dari penjajahan. Ada kemerdekaan yang jauh lebih personal dan justru lebih sulit direbut: kemerdekaan untuk didengar. Untuk bicara tanpa harus dulu meyakinkan orang bahwa kita layak bicara. Untuk punya pendapat tanpa harus menjelaskan dulu bagaimana caranya bisa tahu sesuatu padahal tidak melihat.
Suara Kartuneters sering ada, tapi jarang benar-benar sampai. Bukan karena tidak ada yang ingin mendengar, tapi karena ruang untuk itu memang tidak banyak tersedia — atau kalaupun ada, kita sendiri yang masih ragu untuk mengisinya.
Dari situlah ide ini muncul. Kartunet Merdeka Berkata, Merdeka Bersuara bukan sekadar lomba tujuh belasan versi digital. Ini ajakan yang lebih personal buat tiap Kartuneters: buat satu video, ucapkan kata-kata sendiri, dan biarkan itu terdengar oleh orang lain — tanpa perantara, tanpa terjemahan siapa pun.
Kenapa harus video, bukan tulisan seperti biasanya? Karena ada sesuatu yang berbeda ketika orang mendengar suara seseorang secara langsung, bukan sekadar membaca hasil ketikannya. Ada keberanian tersendiri yang dibutuhkan untuk merekam suara sendiri, mendengarkannya kembali, lalu memutuskan: ya, ini yang ingin disampaikan, dan tidak apa-apa kalau orang lain mendengarnya.
Ini kecil saja sebenarnya — hanya video 20 sampai 60 detik, hanya beberapa kalimat quotes yang disusun sendiri. Tapi justru dari hal-hal kecil semacam ini, kebiasaan untuk berani tampil dan bersuara itu perlahan terbentuk. Kartunet ingin jadi komunitas yang tidak cuma tempat belajar dan membaca, tapi juga tempat Kartuneters berani menyuarakan diri sendiri, dan saling mendengarkan satu sama lain.
Bagaimana Cara Ikut Serta?
Tidak perlu peralatan mahal atau skill editing tinggi. Cukup niat untuk bicara jujur, dan pahami beberapa ketentuan berikut ini:
Buat video berisi quotes buatan sendiri — boleh pakai gambar sendiri, animasi, atau visual apa pun, asal pantas dan tidak gelap (blackscreen).
Durasi video minimal 20 detik, maksimal 60 detik.
Konten harus bersih dari kata kasar, umpatan, penghinaan, atau ujaran kebencian dalam bentuk apa pun.
Tambahkan akun @kartunetclub sebagai collaborator di postingan.
Video wajib diposting di Instagram.
Sertakan kata "Kartunet" atau "Kartuneters", serta kata "Merdeka" di dalam video.
Sertakan tag #kartunet #karyaku #qoutes.
Setelah posting, daftar lewat Avika — pilih menu Event nomor 12, lalu pilih "Kartunet Merdeka Bersuara, Merdeka Berkata".
Sertakan link postingan Instagram video, dan cantumkan juga username Instagram kamu saat mendaftar.
Bebas bikin video sebanyak-banyaknya — submit lebih dari satu boleh, maksimal 2 video per hari.
Jangan lupa follow Instagram @kartunetclub, ya.
Dua video dengan jumlah likes terbanyak akan mendapat apresiasi total Rp 300.000. Tapi yang lebih penting dari sekadar hadiah: ada suara yang berani bicara, dan orang lain mendengarnya.
Kapan dan Ke Mana Mendaftar?
Kegiatan ini berlangsung mulai 17 hingga 31 Agustus 2026. Info lengkap dan pendaftaran bisa diakses melalui kartunet.com/avika, pilih menu Event (No. 12), lalu cari "Kartunet Merdeka Bersuara, Merdeka Berkata".
Ada pertanyaan atau butuh bantuan seputar pendaftaran? Kartuneters bisa menghubungi nara hubung Kartunet, Safira, di 0882-4786-9951.
Merdeka bukan cuma dirayakan. Kadang, ia perlu diucapkan keras-keras dengan suara kita sendiri.
Salam akselerasi.
EASTER EGG DITEMUKAN!
Ketik kode EMPATI-BERDAYA-1815
Buruan! Sisa kuota hanya untuk 19 orang tercepat.

