Hidup tanpa Migren
- Penulis
- HhendroUtomo
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Jakarta, Kartunet.com - Sebanyak 60 % wanita di Indonesia mengidap migren. Baca solusi tepatnya di sini!
Migren tidaklah sama dengan sakit kepala biasa. Migren biasanya menyerang sebagian wilayah kepala saja dengan rasa nyeri yang luar biasa seperti tertusuk. Bukan menakuti, namun apakah Anda ingin hidup terus menerus berdampingan dengan migren? Coba panduan untuk keluar darinya.
- Kurangi asupan kafein. Tak perlu menghentikan hanya kurangi sedikit konsumsi kopi setiap hari.
- Stop untuk pemanis buatan! Hati-hati memilih pemanis buatan yang mengklaim baik untuk penderita diabetes justru bahaya bagi migren Anda.
- Kurangi rokok jika Anda penggemar sejati nikotin. Bahaya terbesar justru pada otrang lain sekitar yang terkena asap rokok. Nikotin merupakan pemicu migren terbesar!
- Pola tidur yang buruk juga menyebabkan migren. Usahakan untuk bangun dan tidur dengan waktu yang sama, meskipun hanya tidur 5 jam saja!
- Tahukah Anda pil kontrasepsi merupakan faktor lain pemicu migren? Lebih baik gunakan alat kontrasepsi yang lebih aman.
- Atur pencahayaan di dalam kamar tidur Anda. Migren bereaksi dengan cepat saat cahaya terang mengenai syaraf mata. Redupkan lampu ketika beristirahat atau matikan lampu!
- Cokelat, keju dan minuman anggur dipercaya mampu memperbesar resiko timbulnya migren karena mengandung zat phenylethamine yang berbahaya bagi migren.
- Lebih baik pilih sabun mandi yang wangi daripada minyak wangi dan cologne yang berbau menusuk karena indera penciuman efektif sebagai penghantar migren.
- Olah tubuh seperti aerobic dianjurkan para ahli medis bagi penderita migren.
Lebih baik gunakan kereta, kapal laut, atau kendaraan lain daripada pesawat udara yang mampu memicu migren. Pasalnya, tekanan udara pada kabin pesawat membuat tegangan yang khas pada sistem syaraf. Hendro
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari perspektif disabilitas
Memaknai momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 dari perspektif disabilitas. Apa bangsa ini memang sudah bangkit dari keterpurukan di bidang pendidikan dan hak-hak perempuan disabilitas
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.