Green started drinking bulletproof coffee in the morning, reached for nuts as a snack, stuck to salmon or homemade burgers with veggies for dinner, and savored the small piece of dark chocolate she allowed for dessert.“For the first three days, I thought I was going to die,” Green says about the switch. But after a few days, she started noticing her energy level soaring. “I wasn’t focusing on what I couldn’t eat — I was focusing on how great I felt physically, which made me feel better mentally and emotionally,” she adds. “I stopped getting the crazy highs and lows from sugar. I actually have bowel movements now, which makes such an impact on my mood.” As for those anxiety attacks? “I haven’t had an anxiety attack in months,” Green says. “I’m completely off my antidepressants, which I 100 percent attribute to my diet and lifestyle changes.”
These Women Treated Their Anxiety and Depression with Food. Here’s What They Ate.
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 3 menit baca
- Jumlah pembaca
- 3 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Pengetahuan
Science agrees that food can be a powerful tool for people dealing with depression and anxiety.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.