Lompat ke Konten Utama

Bertahan dengan stigma negatif

Penulis
tyaseta
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
2 menit baca
Jumlah pembaca
9 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: Opini

Unduh Artikel PDF

Aku ga tau apakah ada pihak yang salah paham dan berstigma negatif padaku, yang jelas aku harus menghadapi stigma negatif ini sendirian.

- Kamu akan berakhir gila soalnya ada saudara dari ayahmu yang gila, ia membisikkan ibumu nakal, ibumu jahat saat aku kecil (yang aku sendiri kurang tahu mana kebenarannya)
-Kamu tidak akan mendapatkan pasangan atau menikah selama kamu tidak bisa menjaga aib orang baik itu yang baik ataupun yang buruk (aku udah ga perduli lagi toh aku akan berakhir ke nomor 1)
- perkataan "Asyik males-malesan, libur", aku kurang suka
- feeling lonely dan sering menangis sendirian
- "Semeter 3 akan cepet pembekalan hanya 1 minggu, yang lama itu nyari perusahaan, jangan pikir akan mudah, mana ada perusahaan yang mau di buka aibnya" ..... aaaaah mati aku harapan aku mencari jalan juga sudah kandas semoga aku ga harus menanggung malu
- Seminar jangan cuma mainan kamu mesti ini itu (ini smepet membuat aku meledak tangis saat mengikuti adi nurani di Puncak, kenapa aku harus menjadi seperti orang lain?)
- perendahan dan harapan yang hampir minus

aku harus menangis-nangis untuk minta kuliah sambil denger keluhan "Sulit dan susah payah cari uang" sambil dibandingkan oke aku mengerti kalian? hanya komunikasi 1 arah saja dan selalu aku yang jadi korban, aku juga ditertawakan sama ayah dan adik dari ibuku sampai-sampai aku terhentak dan terbangun dari tidur yang lelap.

saat aku kabari soal LIA ibuku merendahkanku, orang yang seharusnya memberikan aku dukungan dan teladan bagiku. "Emangnya kamu naik?

aku ingin bahagia salah?
memang aku pernah dibilang jadilah teri di lautan, tapi tetap saja, aku ngga bisa bertahan sendirian,,,

T.T

Tentang Penulis

tyaseta

Bio penulis belum tersedia.

Reaksi Artikel

Bagikan respon Anda setelah membaca artikel ini.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Suka artikelnya?

Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.

WhatsApp X
  • Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi

    Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.

    Akbar Ariantono Putra
  • Merah Matahari #3

    Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.

    fMahardini

Artikel terpopuler berdasarkan jumlah pembaca dan reaksi positif komunitas.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.