Berpuasa untuk orang yang berpenyakit Ginjal Kronis
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 4 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Orang yang berpenyakit ginjal stadium 3 atau lebih disarankan untuk tidak berpuasa, hal ini dikarenakan ginjal mereka yang gagal untuk mempertahankan cairan tubuh dalam keadaan normal.
Dr Al-Maliki berkata "Ini membuat mereka rentan terhadap disfungsi ginjal dan kerusakan ginjal lebih lanjut, puasa makan dan minum dapat menyebabkan dehidrasi". "Pasien dengan transplatasi yang disertai diabetes bisa berdampak negatif bila tetap berpuasa. Mereka harus berkonsultasi ke dokter sebelum memutuskan puasa"
Ayman Alawneh seorang ahli diet, penyakit ginjal memiliki kebutuhan diet dengan menjaga diet rendah dalam makanan yang kaya protein. Hal ini untuk menghindari beban tambahan pada ginjal.
Zubairi, apabila pasien merasa sehat dan ingin mencaoba, boleh, kecuali apabila kondisinya memburuk atau mengalami mual dan muntah
Sumber :
Khazanah Ramadhan Republika halaman 6 Ahad, 13 Juli 2014
catatan :
disfungsi : kurang berfungsi
dehidrasi : kekurangan cairan
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.