BERAKHIRNYA MASA KEJAYAAN BOYBAND DAN GIRLBAND INDONESIA
- Penulis
- zulkifli
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: Opini
Tag: boyband, budaya pop, girlband
Sudah menjadi hukum alam, sebuah tren akan mengalami pasang surut. Seperti halnya tren boyband dan girlBand. Tak ada yang bisa menahan ketika boyband dan girlband wara-wiri di belantika music Indonesia. Dan tak ada yang bisa menghalangi juga ketika satu-persatu boyband dan girlband itu tenggelam.
Popularitas boy band dan girl band di Indonesia nampaknya sudah berakhir. Cherry Belle, Seven, Icon, Princess, Super Girlish , Smash, dan cowboy Junior satu persatu bubar. Ciri khasnyasatu personil keluar lalu merembet pada personil yang lain. Walaupun personil yang keluar itu sudah digantikan oleh orang lain , namun tetap saja akhirnya mereka pecah juga. Sebabnya antara lain, karena pembagian honor yang tidak merata, masing-masing personel ingin mengembangkan diri, dan ada juga yang ingin berpacaran dan akhirnya menikah.
Merebaknya boyband dan girlband di Indonesia adalah imbas dari budaya pop Korea. Seperti yang kita tahu selama satu decade drama Korea digandrungi oleh remaja Indonesia. Kepopuleran drama Korea diikuti dengan budaya pop Korea yang lain yaitu boyband dan girlband. Siapa yang tidak kenal dengan Super Junior dan
Wander girl? Dari situlah bermunculannya boyband dan girlband Indonesia.
Boyband dan girl band dalam negeri ini digemari oleh anak-anak dan remaja. Lagu-lagu mereka begitu dihafal oleh para penggemarnya.
“really, really love you , never never leave you, maafkan aku mengecewakanmu. Never never leave you, really really love you, segera aku melupakan dirinya”.
“You are beautiful, beautiful, beautiful. Engkau cantik, cantik dari hatimu.”
“Kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku, oh yeah”.
Gaya panggung , pakaian, dan potongan rambut mereka pun juga kerap ditiru. Selama lima tahun boyband dan girlband Indonesia mengalami masa keemasan.
Sekarang popularitas drama Korea serta boyband dan girlband yang mengiringinya sudah redup. Otomatis boyband dan girlband Indonesia pun redup. Itulah sebab utama berakhirnya masa kejayaan Boyband dan girlband Indonesia. Logikanya kalau pelopornya sudah hilang, hilang juga pengikutnya.
Selama ini remaja Indonesia selalu mengikuti budaya pop Negara lain.
Kapankah budaya pop remaja Indonesia go internasional dan menjadi tren di Negara lain?
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.